Cara Budidaya Belut Dengan Terpal Melalui 5 Langkah

Belajar Ternak – Peternak belut sama halnya seperti peternak hewan lainnya. Tidak bisa diragukan jika cara beternaknya teliti dan telaten. Begitulah semua peternak jika berusaha keras dalam bekerja, hasilnya tidak akan diragukan lagi. Cara budidaya belut dengan terpal bisa dilakukan untuk menghemat biaya usaha belut awal. Ada juga tempat ternaknya dengan kolam yang sudah di cor menggunakan semen dan pasir.

Beternak belut dengan modal secukupnya di awal usaha, bisa menggunakan terpal terlebih dahulu. Selain menghemat modal awal, juga menghemat waktu pengerjaan dan tempat. Untuk caranya sendiri terdapat pada ulasan di bawah ini:

Budidaya Belut Dengan Terpal Melalui 5 Langkah

cara budidaya belut dengan terpal

1. Persiapan Tempat

Persiapan tempat yakni berupa kolam dari terpal. Persiapkan terpal dengan ukuran minimal 2 sampai 3 meter. Bentuk terpal seperti kolam. Bisa menggunakan kayu yang ditegakkan atau tanah di bawahnya digali untuk memperpendek ketinggian kolam. Isi kolam terpal menggunakan lumpur sawah, minimal 15 cm. Untuk mempercepat peleburan lumpur sawah, tambahkan Granule Bio Organic dosis 50 gram.

Selain peleburan, cairan ini bisa menambah nutrisi di dalam lumpur. Setelah lumpur melebur dan menyusut, tambahkan jerami hingga tingginya 15 cm lagi. Kemudian tambah cacahan batang pohon pisang dan air hingga 10 cm. Setelah itu aduk campuran tersebut ditambah GDM Black BOS, lalu diamkan 2 minggu.

2. Memilih dan Menebar Bibit

Setelah kira-kira 2 minggu, lihat dan amati apakah ada jentik-jentik hidup. Jika ada berarti sudah siap dihuni bibit belut. Sebelumnya dalam waktu 2 minggu tersebut, pastikan mengganti air jika terlihat ada buih2 di atas air. Setelah tempat sudah dipastikan siap, pilih bibit belut yang bagus. Saat memilih bibit belut, pilihlah yang tidak cacat atau ada luka pada tubuh belut.

Belut yang bagus adalah yang mulus dan lincah agresif. Sebelum dimasukan ke dalam kolam yang sudah disiapkan. Taruh bibit belut ke dalam bak yang sudah diisi campuran air dan suplemen cair. Hal ini dilakukan untuk merontokkan bibit penyakit pada bibit belut. Diamkan beberapa 1-3 jam, lalu tebar bibit pada kolam utama yang telah disiapkan tadinya.

3. Beri Pakan Belut

Cara budidaya belut dengan terpal agar berkualitas selanjutnya adalah memberi pakan yang sesuai. Pakan untuk bibit belut awal harus mengandung sumber protein hewani yang tinggi. Hal ini dikarenakan pencernaan belut kecil yang masih rawan. Jadi makanan yang cocok adalah berprotein hewani tinggi dan mudah dicerna belut kecil.

Beberapa pilihan pakan bisa digunakan peternak belut seperti pakan buatan yaitu pakan yang dibuat di pabrikan. Pakan ini sering disebut dengan pellet. Beri makan belut dengan pellet 2 kali sehari. Kemudian bisa juga ditambah pakan alami berupa cacing. Pakan tambahan alami ini bisa diberikan ke belut 1 sampai 2 kali sehari.

4. Perawatan Belut

Selain memberi pakan, perawatan juga perlu digalakan untuk menjaga kualitas belut. Perawatan yang dimaksud adalah pergantian air di kolam terpal dan memberi suplemen organik. Pergantian air kolam bisa dilakukan dalam 3 sampai 4 minggu sekali. Kemudian pemberian suplemen organik untuk menjadi belut dari serangan penyakit. Bisa dilakukan 10 hari sekali.

5. Memanen

Memanen belut bisa menggunakan berbagai cara. Bisa dengan bambu yang di taruh di kolam atau langsung dengan jaring. Saat memanen menggunakan bambu biasanya tinggal tunggu selama satu hari, belut masuk sendiri dalam bambu. Jika dengan jaring, bisa langsung di jaring sesuai tempat belut berada. Peternak belut bisa menyeleksi ukuran belut yang sekiranya patut untuk dipanen.

Demikian cara budidaya belut dengan terpal agar berkualitas. Usaha keras dan telaten tak akan menghianati hasil. Lakukan cara-cara di atas dibarengi cari referensi jaringan peternak belut lain. Hal ini untuk membantu pemasaran atau tips khusus setiap pembudidaya belut dengan terpal.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!