Cara Budidaya Kroto yang Bisa Ditiru

Belajar Ternak – Berbisnis memiliki cakupan yang sangat luas. Salah satunya bisa dilakukan dengan ternak kroto. Cara budidaya kroto bisa dilakukan dengan beberapa langkah. Keuntungan yang didapatkan pun cukup menggiurkan. Bisnis yang satu ini patut diperhitungkan.

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam kroto, bisa dijadikan obat herbal. Tidak hanya itu, kroto sangat populer sebagai pakan burung atau pun unggas. Nutrisi yang terkandung, sangat baik guna meningkatkan kelincahan burung. Tertarik untuk ternak kroto? Inilah beberapa langkah untuk melakukan budidaya kroto yang bisa ditiru, antara lain:

Cara Budidaya Kroto

cara budidaya kroto

1.   Persiapkan Bibit Koloni

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan bibit koloni. Untuk melakukannya, bibit koloni bisa ditemukan di alam terbuka, lebih tepatnya hasil tangkapan sendiri. Alternatif lainnya bisa dilakukan dengan membeli dari budidayawan lain.

Bibit kroto biasanya dijual dengan harga yang cukup tinggi, bisa mencapai 200.000 rupiah per-kemasan. Lain halnya jika menemukannya sendiri, terdapat beberapa tips jitu yang perlu diterapkan. Agar lebih mudah, bisa meminta bantuan yang lebih berpengalaman.

2.   Pembuatan Kandang

Jika sudah menemukan bibit yang bagus, selanjutnya siapkan kandang. Langkah ini merupakan salah satu cara budidaya kroto yang patut diperhatikan. Pilihlah kandang secara tepat, dengan memperhatikan kepraktisan serta tingkat fleksibel yang bagus.

Umumnya, para pembudidaya memilih media paralon sebagai kandang kroto. Media yang satu ini dipandang tahan lama untuk dijadikan kandang kroto. Dalam hal ini, paralon bisa bertahan kurang lebih sekitar 10 tahun.

3.   Penebaran Bibit

Cara budidaya kroto lainnya yaitu melakukan penebaran bibit. Media paralon sangatlah praktis, sehingga proses penebaran pun akan lebih mudah dilakukan. Jika pengemasan bibit merupa toples. maka cukup buka toplesnya untuk memindahkannya.

Letakkan toples yang sudah dibuka di atas paralon sebagai media kandangnya. Perlahan, bibit pun akan bertebaran dengan sendirinya. Pastikan menyuguhkan air gula serta pakan di sekitar paralon yang menjadi sarang.

4.   Pemberian Pakan Secara Teratur

Selanjutnya, cara budidaya kroto lainnya yang penting untuk dilakukan secara tepat yaitu pemberian pakan. Terdapat beberapa jenis pakan yang bisa digunakan dalam budidaya kroto. Umumnya, pakan yang diberikan terdiri dari cicak, jangkrik, ulat, belalang dan hewan kecil lainnya.

Selain pemenuhan protein, kroto harus diberikan nutrisi yang memiliki kandungan gula. Untuk melakukannya bisa dengan cara mencampurkan air dengan gula. Selanjutnya, simpan cairan gula pada tatakan atau pun wadah yang sesuai. Larutan gula tersebut akan habis dalam waktu 2 hingga 3 hari.

5.   Proses Panen

Langkah selanjutnya memasuki masa panen. Jika secara teoritis, semut memiliki daur ulang 15 hingga 20 hari. Masa panen dilakukan ketika sarang sudah dipenuhi kroto dengan warna putihnya yang khas. Pada permulaan budidaya, bibit koloni akan dibiarkan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan populasi semut.

Untuk melakukan peningkatan populasi semut,  bisa dilakukan dengan cara tidak memanen selama 6 bulan pertama. Selanjutnya, masa panen bisa dilakukan setiap bulannya selama dua kali. Hal ini bisa disesuaikan dengan jumlah sarang serta siklus pemanenan pada umumnya.

Setelah melakukan panen, kroto yang didapatkan pun bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi. Pastikan dikemas dengan baik, sehingga kualitas kroto pun terjaga dengan baik. Kroto bisa dijual sebagai obat herbal atau pun pakan untuk burung, unggas, dan semacamnya.

Demikianlah ulasan singkat terkait cara budidaya kroto yang bisa dicoba. Langkah demi langkah hendaknya diterapkan sebaik mungkin. Lakukan dengan penuh keuletan, sehingga akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!