Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah yang Ramah Dompet

Belajar Ternak – Nila merupakan ikan konsumsi yang banyak digemari. Jika tertarik, cara budidaya ikan nila di kolam tanah bisa menjadi solusi yang lebih murah. Selain tidak perlu membeli terpal atau menembok, tanah juga bisa menumbuhkan bahan makanan alami untuk nila yang dipelihara. Lebih jelasnya, cek uraian berikut:

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

cara budidaya ikan nila di kolam tanah

1. Menyiapkan Kolam Tanah untuk Budidaya Nila

Paling pertama yang perlu dipikirkan ketika menyiapkan kolam tanah untuk budidaya ikan nila adalah penentuan lokasinya. Pilih lokasi yang bisa memudahkan pengawasan serta memiliki pencahayaan yang baik bagi pertumbuhan ikan. Nila tumbuh optimal pada ketinggian 500 mdpl dan suhu kolam antara 27 hingga 30 derajat celcius.

Sebelum mengairi kolam, lakukan pengeringan kolam serta pengapuran dan pemupukan. Pengeringan dilakukan selama 3-7 hari hingga tanah terlihat retak-retak. Pengapuran dengan kapur dolomit dilakukan untuk mendapatkan pH 7 pada permukaan kolam. Pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk kandang atau kompos yang alami.

Setelah dilakukan pengapuran dan pemupukan, diamkan kolam minimal selama 1 minggu. Lalu lanjutkan dengan mengairi kolam. Tahap pertama, isi kolam dengan air setinggi 20 cm saja. Baru setelah 3 sampai 5 hari kemudian, pengairan dilakukan kembali hingga ketinggian 70 cm.

2. Menyebarkan Benih Nila Pada Kolam

Kualitas benih nila yang disebar sangat menentukan tingkat keberhasilan budidaya. Oleh sebab itu, pastikan benih yang disebarkan pada kolam merupakan bibit unggul. Benih bisa didapatkan dengan membeli langsung pada peternak nila atau melakukan pemijahan ikan sendiri.

Akan lebih baik jika melakukan budidaya ikan monosex, terutama ikan nila jantan. Dengan membudidayakan ikan sesama jenis, akan menghindari adanya perkawinan yang bisa menghambat pertumbuhan ikan. Pasalnya ikan nila sangat mudah untuk dikawinkan.

Pemilihan ikan nila jantan lebih baik, sebab pertumbuhannya 40% lebih cepat dibanding nila betina. Sebarkan sekitar 20 ekor ikan per meter persegi kolam tanah. Gunakan benih ikan nila yang berukuran 10 hingga 20 gram per ekor untuk disebar.

3. Memelihara dan Merawat Ikan Nila Budidaya

Pantau kadar oksigen dan pH air kolam. Air kolam perlu diganti secara berkala, cirinya ketika sudah tercium bau seperti limbah.  Penggantian air minimal menyisakan 20% volume air lama dalam kolam, jangan semuanya diganti dengan air baru. Nila bisa mati jika semua air diganti.

Pemberian pakan dilakukan sesuai kebutuhan ikan nila yang dipelihara. Umumnya nila membutuhkan pangan sejumlah 3% bobot tubuhnya. Jadi misalkan dalam kolam berisi 1000 ekor nila dengan bobot rata-rata 20 gram/ ekor. Maka pakan yang diberikan per hari sebanyak 20x1000x3%, yaitu 600 gram pakan nila.

4. Mengendalikan Hama dan Penyakit pada Ikan Nila Budidaya

Pada dasarnya nila cukup tahan penyakit. Namun jika terkena penyakit, penyebarannya akan sangat cepat. Oleh sebab itu, dalam cara budidaya ikan nila di kolam tanah, ikan yang terindikasi berpenyakit harus segera dipindahkan ke kolam isolasi. Untuk menghindari munculnya hama penyakit, perhatikan suhu dan kebersihan kolam. Hal ini harus benar-benar diperhatikan.

5. Memanen Ikan Nila Hasil Budidaya

Pemanenan ikan nila hasil budidaya bisa dilakukan sejak 4 hingga 6 bulan setelah penyebaran benih nila pada kolam. Pada umur ini, umumnya nila memiliki bobot sekitar 500 gram tiap ekornya. Bahkan bobotnya bisa lebih, hingga dua kali lipat pada ikan nila jenis khusus.

Demikian cara budidaya ikan nila di kolam tanah. Meskipun biaya penyiapan kolam lebih murah, namuan tingkat keberhasilan budidaya akan tetap tinggi. Selama kebersihan dan suhu kolam terjaga serta pakan ikan tercukupi.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!