Cara Budidaya Kepiting Bakau Bagi Pemula, Pasti Berhasil!

Belajar Ternak – Keuntungan besar yang bisa didapatkan dari budidaya kepiting bakau menjadi kelebihan yang akan didapatkan oleh para pembudidayanya. Area pemasaran yang sudah mencakup dalam dan luar negeri menjadi daya tarik tersendiri bagi pembudidaya jenis kepiting bakau. Meskipun memberikan keuntungan yang besar, namun untuk membudidayakannya tak bisa sembarangan.

Bagi para pemula, tak perlu khawatir perihal melakukan budidaya kepiting jenis bakau ini. Terdapat banyak referensi serta rekomendasi yang dapat dipilih untuk panduan membudidayakan kepiting. Simak beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan budidaya pada kepiting bakau ini:

Cara Budidaya Kepiting Bakau Bagi Pemula, Pasti Berhasil!

budidaya kepiting bakau

1. Memerhatikan Faktor Penunjang

Bagi pemula, perlu memperhatikan faktor penting yang dapat menunjang kehidupan serta perkembangan dari kepiting bakau. Hal itu karena faktor penunjang tersebut yang dapat menentukan keberhasilan dalam melakukan budidaya dari kepiting bakau. Terdapat beberapa faktor yang dapat menunjang keberhasilan budidaya, seperti air, pakan, sumber daya, serta lingkungan.

Air yang digunakan perlu terhindar dari jenis pencemaran, sehingga kepiting dalam keadaan baik. Pakan yang disediakan pun perlu yang memiliki nutrisi cukup dan pastikan jumlah pakannya tidak kurang. Sumber daya untuk mengelola tambak diperlukan yang memiliki kesanggupan menjaga tambak, hindari memilih lingkungan tambak yang berpotensi terdapat predator kepiting.

2. Memilih Benih Kepiting

Kunci terpenting dari memilih benih kepiting bakau ialah memilih benih yang memiliki kualitas paling baik. Pastikan benih yang dipilih dalam keadaan sehat, warnanya terang, anggota tubuh yang lengkap, gesit, cangkang dalam keadaan baik dan lainnya.

Selain itu, pembudidaya juga perlu menyiapkan wadah untuk melakukan pembibitan benih kepiting. Cuci wadah hingga bersih serta keringkan kurang lebih 3 hari, siapkan juga pasir untuk disimpan pada wadah. Pasir yang diperlukan dalam wadah memiliki ketinggian sekitar 15 sentimeter, supaya kepiting merasa nyaman.

3. Mempercepat Kematangan Gonad

Memotong sat tangkai di bola mata kepiting mampu membantu mempercepat kematangan gonad. Apabila tangkai tidak dipotong, maka akan menghambat pertumbuhan ovary dari kepiting bakau itu sendiri.

Kemudian, pemberian pakan juga akan mempengaruhi proses kematangan gonad, ikan rucah segar merupakan pakan yang baik bagi kepiting bakau. Pemberian pakan itu sendiri sebaiknya sebanyak 15% dari bobot kepiting setiap harinya serta saat pemijahan hanya 5%.

4. Melakukan Proses Penetasan Pada Telur

Melakukan proses pemijahan pada bak beton dengan dasar pasir serta pipa PVC memiliki diameter 20 centimeter serta panjang 30 sentimeter. Kemudian air tambak harus netral, gunakan sodium selama 12 hari untuk menetralkan, ketinggian tak boleh kurang dari 30 sentimeter. Mencampurkan air dengan dosis kaporit sekitar 10 hingga 20 ppm.

Telur terdapat pada akar rambut kaki kepiting betina, lakukan sortir untuk penentuan induk kepiting yang sudah matang. Pindahkan induk kepiting tersebut ke dalam wadah yang berisi 300 liter air setiap satu ekornya.

Waktu normal untuk telur menetas sekitar 7 hingga 14 hari dengan suhu dalam wadah berkisar 26,5 hingga 31 derajat Celsius. Kemudian, pindahkan ke dalam bak beton dengan tinggi 1 meter dan diameter 4 meter. Penyebaran anakan kepiting sekitar 50 kepiting setiap liter air.

5. Memanen Hasil Budidaya

Saat melakukan budidaya kepiting bakau, masa panen adalah yang paling ditunggu bagi pembudidaya. Panen dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang akan dipasarkan, pisahkan sesuai ukuran kepiting bakau. Kepiting bakau sendiri mampu bertahan tanpa air dalam waktu lumayan lama. Perhatikan kondisi kesehatan kepiting sebelum dikirim ke konsumen.

Menjalankan budidaya kepiting bakau bisa dibilang sulit namun mudah. Untuk pertama kali akan terasa sulit, tetapi jika sudah terbiasa, akan terasa mudah dan keuntungan akan semakin bisa dirasakan oleh pembudidaya. Pastikan perhatikan dengan teliti setiap tahap dalam budidaya, tetap berikan yang terbaik untuk konsumen.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!