5 Jenis Kambing Unggul Untuk Ternak, Bisa Untung Banyak!

Belajar Ternak – Kambing merupakan salah satu spesies hewan yang paling pertama diternakkan oleh manusia. Hewan berbulu ini memiliki banyak sumber protein baik dari daging ataupun susunya. Sama seperti hewan ternak lain, kambing juga memiliki beberapa spesies unggul yang menjadi andalan bagi para peternak. Dan berikut ini adalah 5 jenis kambing unggul untuk ternak:

Jenis Kambing Unggul Untuk Ternak

jenis kambing unggul untuk ternak

1. Boer

Boer adalah jenis kambing terbaik untuk daging. Kambing boer pertama kali dikembangkan di kawasan Eastern Cape Afrika Selatan. Kambing asli Afrika disilangkan dengan kambing Nubia dan India impor untuk menghasilkan spesies Boer. Daging kambing boer memiliki kualitas terbaik. Inilah alasan semakin populernya spesies ini di kalangan produsen daging kambing.

Selain itu, kambing Boer memiliki kemampuan yang sangat baik untuk menahan dan melawan penyakit yang umum terjadi pada jenis kambing lainnya. Kambing boer dapat dikenali dari tubuhnya yang besar, berotot serta kombinasi bulu berwarna putih, merah/coklat. Kambing boer bisa beranak setiap tujuh sampai delapan bulan sekali.

2. Etawa

Kambing Jamnapari atau di Indonesia disebut sebagai kambing Etawa adalah spesies kambing yang produktif untuk menghasilkan susu. Kambing ini sebenarnya merupakan spesies asli India namun diekspor ke Indonesia. Bobot kambing Etawa yang sudah cukup berumur untuk yang jantan bisa lebih dari 100 kg, sementara yang betina berada di kisaran 80-90 kg.

Ciri khas kambing ini adalah berukuran besar, tinggi & berkaki panjang, dengan garis wajah cembung dan telinga terjuntai ke bawah. Etawa bisa menghasilkan susu sebanyak 2-3 liter per hari untuk satu ekornya. Kambing ini akan beranak setiap setahun sekali. Selain untuk susu, kambing jenis Etawa juga bisa menghasilkan daging yang cukup banyak.

3. Kacang

Jenis kambing unggul untuk ternak yang selanjutnya adalah kambing Kacang/Kacangan. Ini merupakan ras asli Indonesia dan telah dikembangbiakkan secara turun-temurun. Selain itu, jenis ini juga sangat mudah diternakkan karena tidak terlalu pemilih dalam hal pakan. Harga jualnya juga tidak terlalu mahal dan selalu memiliki banyak peminat.

Kambing pedaging satu ini memiliki postur tubuh yang mungil dengan tinggi maksimal 65 cm. Ciri kambing ini adalah telinga yang tegak terjuntai, leher yang pendek, serta bagian punggung yang melengkung. Warna bulunya terdiri dari hitam, coklat, putih, ataupun gabungan dari ketiganya. Setiap kambing kacangan dewasa biasanya memiliki berat 25-30 kg.

4. Saanen

Saanen adalah ras kambing Swiss yang berasal dari Lembah Saanen. Ini adalah jenis kambing perah yang populer di banyak negara, termasuk Indonesia. Saanen adalah produsen susu yang produktif dan biasanya menghasilkan 3 persen hingga 4 persen lemak susu. Jenis ini berukuran sedang hingga besar, dengan berat sekitar 65 kilogram.

Warna umum pada kambing Saanen adalah putih dengan bulu yang tidak terlalu tebal. Jenis asli yang berasal dari Swiss merupakan jenis yang peka terhadap matahari. Ketika di Indonesia, kambing ini mulai beradaptasi dengan kondisi cuaca tropis. Meskipun sudah beradaptasi, para peternak sebenarnya tetap harus menyiapkan tempat berteduh bagi spesies ini.

5. Jawarandu

Jawarandu merupakan spesies persilangan dari kambing jamnapari/etawa dengan kambing kacang. Genetik dari kambing ini lebih banyak mengikuti kambing kacang dengan ukuran tubuh yang sedikit lebih besar. Sama seperti indukannya, jawarandu tidak terlalu ribet untuk masalah pakan.

Kambing Jawarandu biasanya ramai dicari ketika musim kurban karena harganya yang tak terlalu mahal. Dengan demikian, kambing ini memiliki pangsa pasar yang cukup luas di masyarakat.

Demikian tadi 5 jenis kambing unggul untuk ternak daging dan juga susu. Tiap spesies memiliki keunikan serta ciri tersendiri. Semakin bagus dan produktif, maka harganya juga akan semakin mahal di pasaran.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!